<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959</id><updated>2012-02-15T22:46:46.327-08:00</updated><category term='OPINI'/><category term='ARTIKEL'/><title type='text'>Kata adalah Senjata</title><subtitle type='html'>Mengungk@p Re@lit@s 
T@np@ Keker@s@n</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-5452111541149673423</id><published>2010-01-18T21:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T21:31:52.908-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan atau Penindasan...? (Sebuah Tawaran Pendidikan Dialektis Untuk Menuju Masyarakat yang Humanis)</title><content type='html'>Berbicara ke Indonesian saat ini sebagian besar masyarakat disibukkan akan persoalan politik dan ekonomi. Diakui atau tidak pesrsoalan politik dan ekonomi yang terjadi di Indonesia seakan-akan bertengkar untuk saling menguasai jalannya pemerintahan. Artinya jika berbicara tentang pendidikan bisa dikatakan pendidikan hanya menjadi sub sistem dari persoalan negara. Sehingga persoalaan yang berhubungan dengan pendidikan bisa saja di jadikan alat oleh penguasa ataupun pengusaha yang saling bekerjasama untuk menindas rakyat kecil. Sungguh ironis sekali melihat realitas saat ini.   &lt;br /&gt;  Apabila kita berpikir sejenak tidak dapat dipungkiri hati kecil kita akan mengatakan salah satu faktor kemajuan suatu negara atau bangsa dapat dilhat dari aspek pendidikan. Jika masyarakat dalam suatu bangsa (nation) terdidik atau melek huruf, tidak menutupkan kemungkinan bangsa tersebut maju. Sejarah dunia mencatat ketika Sparta menang berperang melawan Athena, akan tetapi tetap saja sejarah dunia mencatat Athena peradabannya lebih maju dibandingkan sparta. Hal ini terjadi dikarenakan Athena lebih berkembang ditimbang Sparta dalam hal perkembangan keilmuan. &lt;br /&gt; Catatan lain menunjukkan dari dataran asia yaitu Jepang. Ketika dua negara Jepang; Hirosima dan Nagasaki di bom atom oleh Amerika Serikat akibat dari perseteruan sebuah poltik. Perdana menteri Japan tidak menanyakan berapa gedung yang hancur, tapi malah menanyakan berapa banyak guru yang hilang nyawanya dan juga memerintah untuk mengumpulkan guru-guru di Japan. Berdasaran catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa betapa pentingnya sebuah pendidikan demi menopang kemajuan bangsa. &lt;br /&gt; Berdasarkan sumber beberapa media bahwa Jawa Timur menduduki peringkat pertama buta aksara. Dari 34 juta penduduk Jawa Timur, 29,2 persen atau sekitar 1,6 juta jiwa di antara tidak mengerti baca, tulis dan berhitung (calistung). Seharusnya Problem ini bukan hanya menjadi problem pemerintah saja, tapi harus menjadi problem bersama. Tentunya jika problem tersebut menjadi masalah kita bersama, problem solving yang harus kita lakukan adalah reformasi gaya pendidikan. Artinya kita tidak harus tergantung kebijakan pemerintah dan pendidik yang cenderung menggurui (menindas) dan ada muatan kepentingan politis . Karena pendidikan gaya tersebut merupakan pendidikan yang membuat masa depan kita terkantung-kantung oleh kepentingan penguasa (penindas) dan pendidik. Menurut Paulo Freire pendidikan tersebut merupakan pendidikan gaya bank. Pendidikan yang hanya menggambarkan peserta didik sebagai benda mati, sehingga mereka hanya menjadi sebuah obyek saja (ditindas).   &lt;br /&gt; Reformasi pendidikan yang harus dilakukan adalah merubah sebuah pendidikan gaya bank menjadi pendidikan yang bersifat praksis. Praksis artinya proses dialektis yang tiada henti antara aksi dan refleksi serta antara refleksi dan aksi. Dalam hal ini, masyarakat tersebut tidak hanya berhenti pada wilayah yang bersifat wacana (refleksi) tapi juga berupa tindakan (aksi). Karena sebuah wacana yang tidak mampu mengubah realitas maka wacana berubah menjadi bualan yang asing dan mengasingkan (omong kosong). Kalau menurut seorang pakar pendidikan berkebangsaan Brasil mengatakan harus adanya sebuah tindakan praksis yang berarti berkerja bersama antara tindakan dan refleksi. Dengan kata lain, penguasa (pendidik) tidak lagi menjadi dewa dan  rakyat (terdidik) sebagai kerbau, tapi pendidik dan terdidik sama-sama sebagai subyek ataupun obyek yang saling mengisi satu sama lain (take and give) &lt;br /&gt; Disisi lain reformasi gaya pendidikan ini harus dikukung oleh kesadaran orang yang terdidik untuk melakukan sebuah tindakan-tindakan positif. Artinya harus ada sebuah “pemahaman” (bukan menggurui tapi bersifat dialektis) terhadap masyarakat agar ada kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan. Seperti melakukan penyuluhan pada masyarakat dan pendidikan gratis untuk belajar baca dan tulis. Tujuannya bukan sekedar bisa baca dan tulis, tapi agar mereka lebih paham akan sebuah bentuk realitas sosial. Sehingga mereka mengetahui terhadap tatanan sosial yang tidak memihak terhadap dirinya (tertindas) dan kemudian bisa melakukan sebuah tindakan untuk merubah tatan sosial menjadi lebih humanis.&lt;br /&gt; Reformasi pendidikan selanjutnya pada wilayah model sekolah. Karena banyak saat ini model sekolah ibarat pasar (market) yang menjual barang-barang “dagangannya” baik dengan harga yang telah ditentunkan maupun yang bisa tawar-menawar. Contoh ada beberapa kasus yang saat ini marak terjadi dibeberapa daerah Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia bahwa seseorang yang ingin masuk sekolah berlabel unggulan ataupun perguruan tinggi yang elite, maka tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual tapi juga kemampuan duit (money) yang kita punya. Kendatipun terjadi, dikarenakan sekolah dan perguruan tinggi sudah berubah menjadi lahan bisnis kapitalis para elite penguasa (pendidik). Hal ini terjadi bisa dikatakan berangkat dari persoalan politik dan ekonomi yang saling mempengaruhi demi kepentingan penguasa dan pengusaha yang berakibat terhadap pendidikan. &lt;br /&gt; Permasalan tersebut kemudian berakibat pada orang tua anak didik dengan mengambil iuran dari anak didik (terdidik) yang katanya sumbangan sukarela ataupun sumbangan wajib. Kasus ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak memihak (menindas) terhadap kaum miskin.  Menurut Darmaningtyas bahwa kebiasaan menjadikan pendidikan sebagai ladang keuntungan lewat sumbangan sukarela ataupun entah apa namanya, pada akhirnya akan membebani masyarakat dengan berbagai pungutan, saatnya harus ditinggalkan. Catatan yang perlu dingat bahwa mekanisme tersebut mempunyai konstribusi sangat besar terhadap proses pemiskinan atau penindasan masyarakat yang sudah miskin.&lt;br /&gt; Akhirnya, kita berharap dengan adanya sebuah reformasi pendidkan ini, kita dapat membangun pendidikan yang lebih dialektis dan dibebaskan dari suasana bisnis dengan dalih apapun. Tujuannya agar terciptanya sebuah masyarakat yang memandang pendidikan bukan hanya kepentingan penguasa dan untuk orang kaya belaka tapi untuk semua golongan. Baik apapun profesi dan klas sosialnya. Sehingga impian menjadikan masyarakat yang humanis dalam menyikapi persoalan bangsa Indonesia yang sangat komplet tidak menjadi banyangan semu tapi menjadi sebuah realitas sosial yang nyata (real).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-5452111541149673423?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/5452111541149673423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=5452111541149673423&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5452111541149673423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5452111541149673423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2010/01/pendidikan-atau-penindasan-sebuah.html' title='Pendidikan atau Penindasan...? (Sebuah Tawaran Pendidikan Dialektis Untuk Menuju Masyarakat yang Humanis)'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-5633516620480485918</id><published>2010-01-18T21:27:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T21:29:58.612-08:00</updated><title type='text'>KORUPSI PERSPEKSTIF KEMANUSIAN(Sebuah Analisis Sederhana dari Rekonstruksi Moral Menuju Konstruksi Sosial)</title><content type='html'>Secara general korupsi merupakan sebuah bentuk tindakan yang tidak bermoral atau bisa dikatakan sebuah prilaku yang berakibat merugikan pihak lain. Dikatakan merugikan terhadap orang lain karena prilaku tersebut mengambil sesuatu yang bukan haknnya atau bisa dikatakan hanya menguntungkan terhadap golongan tertentu. &lt;br /&gt; Prilaku korupsi banyak terjadi di kalangan pemerintah. Karena posisi pemerintah sangat rentah terjadinya korupsi atau dengan kata lain power ten to corrupt. Dalam beberapa lierature dikatakan prilaku korupsi menjadi marak terjadi apabila suatu tatanan pemerintah mengabaikan prinsip demokratisasi dasar yakni transparansi, partisipasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya publik. Dari sudut pandang sosiologis dampak dari sebuah tindakan korupsi dirasakan oleh kelompok sosial yang secara ekonomi masih berada dibawah garis kemiskinan. &lt;br /&gt; Berdasarkan statement tersebut, tindakan korupsi bisa dikatakan sebuah tindakan yang tidak manusiawi. Karena tindakan tersebut tidak memberikan sebuah “pemerataan kesejahtraan”  terhadap masyarakat.  Sesuatu yang merupakan hak kita bersama malah dipakai oleh golongan tertentu. Artinya tindakan korupsi tersebut menyengsarakan orang lain. Kesengsaraan yang merupakan dampak dari tindakan korupsi tersebut, menjadi hambatan bangsa menuju negara sejahtera (Walfarestate). Sehingga goal idea negara sejahtera hanya menjadi sebuah banyangan utopis belaka.&lt;br /&gt; Disisi lain, tindakan KKN ini merupakan sebuah tindakan yang sistemik. Dikatakan sistemik karena tindakan ini bersifat holistik. Salah satu contoh berdasarkan hasil riset Malang Corupption Watch (MCW) menunjukkan sebagian besar para pelaku tindakan korupsi tidak hanya dilakukan oleh seorang saja, tapi dilakukan bersama-sama alias “gotong royong”. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sistemik ini meruapakan sebuah kontruk sosial (bukan al-adat) yang harus direkontruksi. Direkonstruksi bukan berarti cara melakukan korupsi diperbaiki, tapi penekanannya pada wilayah prilaku KKN yang harus direkontruksi moral”. Artinya dari prilaku yang tidak manusiawi (amoral) menjadi prilaku yang manusiawi (bermoral) &lt;br /&gt;Rekontruksi Moral     &lt;br /&gt; Rekontruksi moral salah satu cara untuk mengurangi tingkat korupsi. Rekontruksi moral merupakan sebuah bentuk gagasan untuk merubah prilaku pelaku yang amoral menjadi bermoral. Artinya ada sebuah uasaha-usaha yang dilakukan oleh kita bersama guna mengurangi tindakan korupsi melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat positif. Seperti melakukan pendidikan anti korupsi sejak dini, baik berbentuk formal atau non formal. Seperti yang telah dilaksanakan oleh Universitas Paramadina dengan menjadikan materi korupsi sebagai mata kuliah umum. Bisa juga dengan melakukan advokasi terhadap masyarakat sekitar, agar persoalan korupsi bukan hanya menjadi persoalan aktivis anti korupsi, tapi menjadi persoalan tau common enemy kita bersama (bangsa). Catatan penting yang harus kita lakukan adalah terhadap pejabat pemerintah agar lebih sadar dan menyadari bahwa prilaku korupsi merupakan tindakan yang merugikan bangsa.&lt;br /&gt; Dengan adanya rekonstruksi moral tersebut yang kita harapkan menjadi sebuah konstruksi sosial. Artinya prilaku pelaku yang amoral (korupsi) yang berubah menjadi prilaku pelaku yang bermoral (tidak melakukan KKN) menjadi konrtuksi sosial (buatan sosial) yang terus berlanjut. Sehingga pemerataan kesjahtraan yang kta harapkan menjadi lebih manusiawi, atau tidak berpihak pada beberapa orang yang mempunyai kepentingan tertentu dengan merugikan orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-5633516620480485918?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/5633516620480485918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=5633516620480485918&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5633516620480485918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5633516620480485918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2010/01/korupsi-perspekstif-kemanusiansebuah.html' title='KORUPSI PERSPEKSTIF KEMANUSIAN(Sebuah Analisis Sederhana dari Rekonstruksi Moral Menuju Konstruksi Sosial)'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-2343320118998699887</id><published>2009-10-04T23:14:00.002-07:00</published><updated>2009-10-04T23:15:48.045-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Malapetaka (Disaster Management) (Dari Tsunami sampai Gempa Bumi) *</title><content type='html'>Tangisan masyarakat peribumi terdengar lagi  di seantero dunia. Gempa bumi yang melanda Padang Pariaman Sumatera Barat dengan berskala 7,6 skala richer telah meluluh lantakkan bumi andalas. Gedung – gedung yang menjulang tinggi dan pemukiman masyarakat roboh akibat getaran gempa. Bahkan gedung sekolah yang merupakan sebagai tempat investasi pemuda regenerasi bangsa hanya tinggal puing-puing reruntuhan yang hanya menjadi saksi bisu bahwa itu adalah tempat menimba Ilmu bagi anak pribumi. Fasilitas untuk pelayanan masyarakat baik listik, transportasi dan telekomunikasi tidak bisa digunakan seperti sedia kala. Sehingga masyarakat yang mempunyai sanak saudara, kerabat dan keluarga yang tertimpa musibah sulit untuk dihubungi.&lt;br /&gt; Masyarakat peribumi baik wanita, pria, tua, muda, anak-anak berlari minta pertolongan Tuhan bahkan bayi pun menangis ketakutan seakan-akan qiyamat kubro telah melanda bumi andalas. Lebih ironis lagi, seorang pangantin yang sedang melakukan resepsi pernikahan yang pada biasanya berbahagia kerena akan menikmati surga dunia dimalam pertamanya, habis luluh lantah karena tertimbun tanah longsor akibat getaran gempa bumi tersebut. &lt;br /&gt; Menurut berita dari salah satu televisi swasta diperkirakan kurang lebih empat ratus orang undangan resepsi pernikahan itu meninggal karena terimbun tanah longsor akibat gempa bumi. Belum lagi dengan anak-anak penerus bangsa yang tertimbun gedung sekolah ketika sedang mimba ilmu. Sungguh sangat menyedihkan gempa yang melanda bumi andalas, ini bukan hanya tangisan anak negeri tapi juga tangisan mereka yang peduli terhadap nasib bangsa kita.&lt;br /&gt; Tatanan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat yang sudah dibangun mulai sejak mereka lahir. Baik itu berupa mata pencaharian, tempat tinggal, maupun bentuk kasih sayang dan kekerabatan sesama penduduk habis menjadi tangisan air mata do’a yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang tidak kuat secara mentalitas, kondisi tersebut berakibat terhadap  ganguan psikologis, sehingga banyak diantara mereka yang putus asa, prustasi atau bahkan gila dan bunuh diri. &lt;br /&gt; Melihat kondisi tersebut mari kita merefleksikan bencana alam yang terjadi silih berganti di Indonesia. Mulai tsunami yang terjadi di Aceh, banjir bandang, tanah longsor, lumpur lapindo, hingga gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di padang pariaman Sumatera Barat menandakan bangsa kita (Indonesia) berada pada sebuah malapetaka besar (big disaster). Seakan-akan kita terbuai akan sebuah nilai-nilai “kebaikan” dan “keindahan” yang bohong dan nisbi. Terbuai akan “kebaikan” sebuah nilai-nilai amoral dari pada yang bermoral. Terbuai akan keindahan sebuah bentuk bangunan yang menjulang tinggi tapi lupa akan kontruksi kekuatan bangunan. &lt;br /&gt; Bangsa kita yang kaya akan sumber daya alam, tapi kaya juga sumber malapetka. Seperti menebang pohon sembarangan yang menyebabkan banjir dan longsor, mengambil sesuatu yang bukan miliknya (korupsi, kolusi dan nepotisme) sehingga menyebabkan murka Tuhan terhadap bangsa kita. Akibatnya sungguh sangat ironis, masyarakat pribumi yang tidak berdosa pun terkena imbasnya. Ibarat sepada motor jika ban-nya pecah maka, tidak akan bisa jalan dengan selaras. Bagitu juga bumi jika ada manusia-nya tidak bersahabat dengan bumi, maka bumi pun marah. Akhirnya laknat dan murka Tuhan yang datang dalam bentuk malapetaka.  &lt;br /&gt;  Mengahadapi masalah yang kompleks tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh bangsa (pemerintah serta seluruh masyarakat) kita dalam menghadapi malapetaka yaitu dengan mengolah atau memanajemen malapetka (disaster management). Artinya pertama, kita menjadikan malapetka salah satunya gempa bumi itu, sebagai bentuk peringatan tuhan terhadap bangsa kita yang tidak menutup kemungkinan kurang bersyukur dan melestarikan terhadap pemberian Tuhan. Kedua, tentunya sebagai bentuk refleksi terhadap pejabat pemerintah dan masyarakat yang tidak bertanggung jawab, sehingga bisa sadar dan menyadari bahwa sesuartu yang memang bukan hak miliknya tidak disalahgunakan.Ketiga, kita harus sadar serta menyadari bahwa bencana dan kematian selalu bersama kita, artinya datangnya tidak bisa diperkirakan dengan pasti. “Walaupun kita sembunyi di lubang semut, bencana dan kematian selalu bersama kita” begitulah orang bijak mengatakan. &lt;br /&gt; Inti dari hal tersebut adalah kita harus merefleksikan (merenungkan) malapetaka salah satunya gempa bumi, sebagai bentuk peringatan Tuhan terhadap kita yang tidak menutup kemungkinan melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Sehingga ketika ada sebuah malapetaka yang terjadi lagi kita bisa kuat secara lahiriah dan batiniah. Tentunya yang lebih penting adalah kita menjadikan malapetaka yang menimpa bangsa kita sebagai musibah kita bersama. Sehingga kita yang tidak tertimpa musibah bisa mengulurkan tangan untuk membantu mereka yang tertimpa musibah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-2343320118998699887?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/2343320118998699887/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=2343320118998699887&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/2343320118998699887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/2343320118998699887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/10/manajemen-malapetaka-disaster_04.html' title='Manajemen Malapetaka (Disaster Management) (Dari Tsunami sampai Gempa Bumi) *'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-7313399076137486028</id><published>2009-10-04T23:14:00.001-07:00</published><updated>2009-10-04T23:14:57.102-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Malapetaka (Disaster Management) (Dari Tsunami sampai Gempa Bumi) *</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-7313399076137486028?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/7313399076137486028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=7313399076137486028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/7313399076137486028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/7313399076137486028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/10/manajemen-malapetaka-disaster.html' title='Manajemen Malapetaka (Disaster Management) (Dari Tsunami sampai Gempa Bumi) *'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-2164097959603555683</id><published>2009-06-04T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T06:11:55.115-07:00</updated><title type='text'>Membumikan  Pendidikan Anti-Korupsi*</title><content type='html'>Pemberantasan KKN yang dilaksankan oleh komisi pemberantasan korupsi seakan-akan terjadi jalan buntu. Bukan hanya rumitnya mata rantai KKN, tetapi adanya langkah gugatan balik dari para tersangka untuk menghambat proses hukum. Kalau budayawan MH Ainun Najib yang terkenal dengan panggilan Cak Nun mengatakan moralitas hukum dinegeri kita sering selingkuh-mendua dan tebang pilih. Ironisnya, penegak hukum di negeri kita ini, ikut andil dalam melakukan tindakan korupsi dan bahkan juga terlibat tindakan kriminal. Sungguh sangat buruk moralitas bangsa kita di mata dunia.&lt;br /&gt; Pemberantasan KKN yang melibatkan para elite bangsa ini tidak semudah seperti membalikkan sebuah telapak tangan. Karena budaya KKN yang terjadi di bangsa kita ini sudah bertalenta atau mendarah mendaging disetiap aliran darah bangsa kita. Sehingga segala cara apapun dilakukan untuk memuaskan nafsunya. Entah halal atau haram, itu adalah urusan belakangan baginya. Selain itu,  menurut teori perkembangan Lawrence Kolberg kesadaran hukum masyarakat kita berada dalam tahap awal dari perkembangan moral. Dimana kita masih ditakutkan oleh adanya hukuman (punishment), sehingga begitu hukum tidak melihat maka lepaslah kendali moral kita.&lt;br /&gt; Menyoal tentang kebudayaan tingkah laku masyarakat, bangsa kita merupakan bangsa yang berbudaya ketimuran. Dalam artian budaya yang menjungjung tinggi sifat malu dan sungkan. Kendatipun saat ini sifat itu sudah hilang akibat dari ketidakjujuran yang menjelma dalam pelaksanaan profesi dan tugas yang dampaknya adalah ketidakadilan.&lt;br /&gt; Menyikapi kondisi tersebut, Ide untuk memasukkan kurikulum berbasis anti korupsi dalam pendidikan merupakan salah satu alternatif solusi yang patut disikapi dengan cerdas. Karena pendidikan merupakan tempat yang efektif untuk mentransformasi  dan internalisasi nilai-nilai, moralitas dan sensibilitas sosial. Khusunya, pada pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menegah atas (SMA).&lt;br /&gt; Internalisasi kurikulum berkembang menjadi tiga aspek. Pertama, kecerdasan siswa (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik). Internalisasi pada aspek kognitif diantaranya melalui pemberian informasi tentang KKN dan konsekuensi hukum serta dampak negatif terhadap kehidupan kita sendiri dan bangsa. Pada aspek afektif dapat dilakukan dengan penumbuhan minat, sikap, nilaid an apresiasi anti-KKN. Sementara pada aspek psikomotorik dapat ditinjau dari segi tindakan peserta didik yang tidak mau melakukan KKN, baik itu yang skala kecil maupun besar.&lt;br /&gt; Dalam kurikulm pendidikan anti-korupsi tidak usah dibentuk dalam sebuah mata pelajaran tertentu. Karena hal ini dapat menambah beban psikologis peserta didik dalam belajar. Di mana tambah banyaknya mata pelajaran berakibat terhambat malasnya belajar. Untuk itu, kurikulum pendidikan anti-korupsi ini diberikan ketika seorang pendidik memberikan sebuah mata pelajaran tertentu. Seperti ketika seorang pendidik mata pelajaran PPKN,matematika,sejarah, bahasa dan mata pelajaran lainnya sedang mengajar, maka dapat diselingi informasi tentang KKN. Baik itu berbentuk sebuah permaianan maupun materi. Sehingga para peserta didik sedikit banyak dapat memahami terhadap dampak negatif dan konsekuensi hukum KKN. &lt;br /&gt; Tujuan dari kurikulum pendidikan anti korusi ini, para peserta didik akan merasa benci terhadap para koruptor, sehingga ketika mereka berkiprah di kehidupan yang lebih bersifat praktis tidak menutup kemungkinan mereka akan menjadi motor penggerak untuk memberantas korupsi. Selain itu, kurikulum pendidikan anti kurupsi juga membutuhkan dukungan semua pihak dari setiap elemen masyarakat, sebagai pengontrol terhadap tindakan para pesrta didik secara langsung. Dalam artian sebagai bentuk dari simbiosis mutualisme.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;*Penulis bocah pesantren debu salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-2164097959603555683?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/2164097959603555683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=2164097959603555683&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/2164097959603555683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/2164097959603555683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/06/membumikan-pendidikan-anti-korupsi.html' title='Membumikan  Pendidikan Anti-Korupsi*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-5941333620903616469</id><published>2009-04-05T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.186-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Berbaju Rakyat*</title><content type='html'>GENDERANG Pemilu 2009 sudah ditabuh. Bisa dikatakan segala cara apapun yang mampu menarik perhatian massa akan dilakukan. Baik itu dengan mengibarkan bendera parpol maupun melalui media televisi dan elektronik. Miliaran biaya dikeluarkan oleh mereka ( para calon wakil rakyat). Tak ubahnya binatang yang cari mangsa, dalam artian kalau ada maunya atau kepentingan pribadi baru turun ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamburan rezeki (uang) dengan sendirinya datang tanpa dicari bak hujan datang tanpa diundang oleh kita. Masyarakat atau rakyat sebagai orang yang mempunyai hak memilih seakan-akan seorang raja (The king) yang dihormati oleh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satupun calon wakil rakyat berorasi dengan membawa visi golongan tertentu atau pribadi sendiri. Kebanyakan dari mereka bervisi atas nama rakyat. “Saya ingin memajukan rakyat Indonesia. Jika saya jadi dewan, saya akan memeberikan kesejahtraan terhadap rakyat dan saya tidak akan melakukan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai masyarakat yang mempunyai hak memilih harus sadar dan menyadari bahwa perkataan mereka hanya sebuah permainan kata-kata. Realitasnya, tak satupun dari perkataan mereka menjadi visi bersama di senayan (Gedung Rakyat). Semuanya berbanding terbalik dengan kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, kita bisa menilai, tampak sebuah kebohongan atau kepalsuan yang dibungkus dengan permainan kata-kata yang menjanjikan. Ibarat kacang yang lupa akan bungkusanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi rakyat yang telah dikatakan oleh mereka (calon wakil rakyat) hanya sebuah idealisme yang membabi buta untuk dijadikan sebuah alat poltik atau manifestasi politik belaka demi memilih mereka untuk duduk di Senayan. Mereka bisa dikatakan seorang pencuri berdasi. Lebih mudah menangkap pencuri tak berdasi ditimbang pencuri berdasi. Pencuri berdasi lebih lincah dari pada tupai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon wakil rakyat sadar tapi tidak menyadari, mereka telah dipengaruhi oleh nafsu. Ketika menjadi wakil rakyat, mereka membawa kepentingan golongan (parpol maupun pribadi). Banyak program hanyala pemikiran kepentingan golongan. Banyak kebutuhan yang memihak rakyat menjadi terbengkalai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;* Tulisan ini dimuat dikoran surya,kamis 19 maret 2009,oleh Bocah pesantren Debu Salafiyah yang terlalu bodoh mengenal nama sendiri&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-5941333620903616469?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.surya.co.id/2009/03/19/berbaju-rakyat-2/' title='Berbaju Rakyat*'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/5941333620903616469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=5941333620903616469&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5941333620903616469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5941333620903616469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/04/berbaju-rakyat.html' title='Berbaju Rakyat*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-4824554582576239053</id><published>2009-03-16T06:16:00.001-07:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>“Gerakan Kultural,Why Not… ?"*</title><content type='html'>Alumni merupakan salah satu elemen terpenting dalam mengembangkan sebuah institusi, baik institusi pendidikan yang bersifat formal maupun non formal. Tak ayal, setiap intitusi memperbanyak kuantitas alumni untuk mempertahankan eksistensi institusi serta berguna terhadap khalayak ramai. Namun, terkadang institusi tersebut mengabaikan terhadap optimalisasi kemampuan alumni. Padahal hal tersebut adalah problem yang paling krusial. Seperti contoh mengoptimalisasikan penguatan wacana, dan kepekaan sosial yang dapat memberikan konstribusi pemikiran baik terhadap institusi itu sendiri , masyarakat bahkan terhadap bangsa.&lt;br /&gt;Menyoal tentang alumni maka kita yang notabeni adalah lulusan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo maka, tidak lepas dari rasa kepedulian kita untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap pesantren dan masyarakat. Baik yang bersifat “informasi” (positif) maupun yang hanya ingin bertukar pikiran (sharing). Hal itu bisa terlaksana dengan adanya sebuah perantara atau wadah untuk para alumni.&lt;br /&gt;Berbicara tentang wadah, Pondok Pesantren Salafi’iyah Syafi’iyah telah menjawab hal itu dengan memberikan wadah terhadap teman-teman alumni yang dinamakan IKSASS (Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah). Wadah ini merupakan salah satu organisasi kader untuk alumni dan santri sebagai tangan kanan pesantren untuk “melebarkan sayap” (mengembangkan) pondok pesantren. Baik itu dengan melakukan kegiatan sosial masyarakat atau yang bersifat pengkaderan.&lt;br /&gt;Realitas yang terjadi saat ini dikalangan alumni sedikit tidak bisa menjawab dengan apa yang diharapkan oleh pesantren dengan mendirikan Ikatan Santri Alumni Salafiyah-Syafi’iyah (IKSASS). Hal ini terjadi dikarenakan  IKSASS yang diharapkan oleh pesantren menjadi wadah alumni dengan tujuan menjalin ikatan pondok pesantren dengan alumni hanya bisa mengakomodir teman-teman alumni yang pulang ke rumah masing-masing (menetap) dan bagi para santri yang masih eksis belajar di pesantren. Dengan kata lain, teman-teman alumni yang notabeni keluar pesantren untuk melanjutkan studi tidak bisa diakomodir oleh IKSASS. Dikarenakan alumni yang notabeni keluar untuk melanjutkan pendidikan tidak selalu menetap di rumah. &lt;br /&gt;Dengan kendala seperti itu, maka muncullah gerakan-gerakan yang bersifat kultural untuk mewadahi teman-teman alumni yang notabeni melanjutkan sekolah diluar pesantren. Seperti REALISS (Republik Alumni Salafiyah Syafi’iyah Mahasiswa kota Jember), KAMASSTA (Keluarga Mahasiswa Alumni Salafiyah Syafi’iyah Yogyakarta ), IKMASS (Ikatan Mahasiswa Alumni Salafiyah Safi’iyah Malang), ANALISS (Aliansi Alumni Salafiyah Syafi’iyah Situbondo), Salafiyah Inside Surabaya, Ibrahimy CENTER dan juga banyak  daerah-daerah lain yang mencoba membuat gerakan kultural seperti ini, demi terwujudnya ikatan yang kuat antara alumni dan pondok pesantren. Seperti Jombang, Bandung dan daerah-daerah yang lainnya. Ternyata gerakan-gerakan tersebut muncul di pelopori oleh pemuda (alumni angkatan muda) yang notabeni adalah alumni yang melanjutkan studi di luar pondok pesantren (mahasiswa) dan mempunyai semangat juang yang tinggi.&lt;br /&gt;Atas dasar pemikiran diatas, kami atas nama Ikatan Mahasiswa Alumni Salafiyah Syafi’iyah Kota Malang (IKMASS) sebagai salah satu organisasi kultural teman-teman alumni pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah menganggap problem di atas adalah hal yang patut diperbincangkan oleh teman-teman alumni. Karena gerakan kultural tersebut muncul dari kalangan pemuda (alumni angkatan muda) yang tentunya mempunyai jiwa dan otak yang fresh untuk memberikan konstribusi pemikiran. Walaupun meraka sedikit dengan pengalaman tapi mereka bisa dikatan icon perubahan. Hal ini sesuai dengan perkataan Bung Karno “Berikanlah aku sepuluh orang pemuda maka akan aku raih dunia”. Untuk itu, kami pengurus IKMASS Kota Malang akan mengadakan kegiatan Reuni Alumni dengan tema “Eksistensi Peran Alumni Angkatan Muda (Mahasiswa) Salafiyah Syafi’iyah di Setiap Daerah terhadap Pesantren dan Masyarakat.” dengan salah satu tujuannya, agar gerakan-gerakan tersebut, yang dipelopori oleh pemuda (mahasiwa) menjadi sentrum gerakan cultural yang berbasis alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah di setiap daerah yang lain.&lt;br /&gt;*Penulis adalah bocah pesantren debu salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-4824554582576239053?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/4824554582576239053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=4824554582576239053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/4824554582576239053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/4824554582576239053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/03/gerakan-kulturalwhy-not.html' title='“Gerakan Kultural,Why Not… ?&quot;*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-6798934278407950651</id><published>2009-02-24T08:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T08:43:22.727-08:00</updated><title type='text'>Kiat Sukses Menjadi Leader Ideal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SaQiLo_iIsI/AAAAAAAAAEk/QdDldLwRMHM/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 157px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SaQiLo_iIsI/AAAAAAAAAEk/QdDldLwRMHM/s200/untitled.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306403844327088834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul buku   :  Kepemimpian Dalam Manajamen &lt;br /&gt;Penulis      :  Miftah Thoha&lt;br /&gt;Penerbit     :  PT. Raja Grafindo Persada,Jakarta        &lt;br /&gt;Tahun terbit :  2007&lt;br /&gt;Tebal Buku   :  x, 136 Halaman&lt;br /&gt;Presensi     :  Bocah Pesantren Debu Salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa buku yang bertema kepemimpinan sangat menarik perhatian bagi para pembaca. Karena buku-buku dengan tema kepemimpinan merupakan salah satu buku yang mampu memberikan inspirasi bagi para pembaca untuk bersikap lebih bijak. Buku kepemimpinan dalam manajamen ini, semula adalah salah satu bab terakhir dari buku Prilaku Organisasi, Konsep Dasar Dan Aplikasinya yang sebelumnya ditulis oleh penulis dan ditebitkan oleh penerbit yang sama yakni Raja Grafindo. &lt;br /&gt;Aktivitas Miftah Thoha selain sebagai penulis, dia adalah seorang Guru Besar Universitas Gajah Mada yang dilahirkan di Bojonegoro Jawa Timur 6 juni 1983. Penulis menyelesaikan Strata satu di FISIP UGM, Strata dua di University Southern California, dan strata tigannya di Temple University, Amerika serikat.&lt;br /&gt; Walaupun isi buku ini sederhana tapi mudah untuk dicerna oleh para pembaca. Hal ini dikarenakan, sang Penulis memberikan grafik pada setiap penjelasan yang bersifat integral. Selain itu, gaya bahasa tulisan yang digunakan sangat sederhana, padat dan lugas. Tujuan penulis menulis buku ini adalah untuk menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa betapa pentingnya kepe-mimpinan dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;Kepemimpinan dan manajamen seringkali disamakan  pengertiannya oleh banyak orang. Padahal diantara keduanya terdapat perbedaan yang penting untuk dipahami. Kepemimpinan mempunyai pengertian yang sedikit lebih luas dibandingkan dengan menajamen karena kepemimpinan bisa digunakan oleh setiap orang dan tidak terbatas pada suatu organisasi saja. adapun manajamen merupakan kepemimpinan yang dibatasi oleh tata krama birokrasi atau dikaitkan dengan pe-mikiran suatu kegiatan untuk mencapai suatu tujuan organasisai.&lt;br /&gt;Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang  mempunyai raport yang tidak baik atau bisa dikatakan negara yang gagal dalam hal kepe-mimpinan dan manajamen. Hal ini bisa dibuktikan dengan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) diantara pejabat negara. Padahal negara kita kaya dengan sumber daya alam.&lt;br /&gt; Mengapa semua ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan diantara kita hanya paham bahwa kepemimpinan hanya sebuah jabatan yang dapat digunakan dengan kehendak sendiri.&lt;br /&gt;Hingga pejabat di indonesia, tipe kepemimpinannya yang digunakan  ha-nyalah sebuah manifestasi dari ke-kuasaan atau bisa dikatakan kepe-mimpinan nafsu belaka. Padahal dalam sebuah kepemimpinan kita harus paham terhadap cabang-cabang  atau yang berhubungan dengan kepemimpinan. Seperti konteks kesejarahan kepe-mimpinan, teori kepemimpinan, atau gaya kepemimpinan dasar yang ditulis dibuku kepemimpinan dalam manejemen ini, contohnya perilaku mengarahkan dan perilaku mendukung. perbedaan kepemimpinan dan kekuasaan serta bagian-bagian yang lain. &lt;br /&gt; Poin-poin tersebut bisa di-katakan merupakan inti kupasan buku ini. Sebagai bacaan populer, buku ini boleh dikatakan buku yang wajib bagi pemula untuk belajar tentang sebuah kepemimpinan. Pada bab terakhir, pembaca bisa lebih gampang mencerna memahami terhadap bagian-bagian awal, karena dalam bab terakhir penulis mem-berikan kesimpulan yang sangat seder-hana. Inspirasi yang sangat indah, jika penulis memberikan tampilan hard cover yang sangat memukau. Walaupun sebuah falsafah mengatakan isi meru-pakan hal yang substansi ditimbang bungkus tapi  para pembaca saat ini jika tampilan hard covernya tidak menarik. Biasanya para pembacanya malas untuk membeli dan membacanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-6798934278407950651?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/6798934278407950651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=6798934278407950651&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/6798934278407950651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/6798934278407950651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/02/kiat-sukses-menjadi-leader-ideal.html' title='Kiat Sukses Menjadi Leader Ideal'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SaQiLo_iIsI/AAAAAAAAAEk/QdDldLwRMHM/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-6332049848104591187</id><published>2009-02-18T23:16:00.000-08:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Mencari Gerakan Pembaharuan*</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sejarah dunia kebanyakan sejarah penindasan, penderitaan, kemiskinan, kelaparan, dan peperangan. Kemajuan bangsa bukan kesejahtraan pribadi tapi kesejahtraan rakyat atau orang lain. Bangsa bukan milik golongan tapi milik kita bersama, bagi saya dalam sebuah perjuangan demi kepentingan bersama tidak ada sosialis, nasionalis atau bahkan komunis. Begitu juga dalam memperjuangkan kepentingan bersama di dunia kampus tidak ada yang namanya HMI, GMNI, PMKRI, KAMMI, HTI atau bahkan PMII (yang sampai saat ini saya ikuti). Karena kebenaran bukan untuk satu golongan tapi untuk semua golongan yang mencari. Bangsa indonesia tidak akan pernah maju jika semua yang dilakukan demi kepentingan golongan. Saat ini kita harus sadar dan menyadari bahwa kita telah terjajah atau secara tidak langsung kita telah melakukan poltik perpecahan dikalangan kita sendiri. Dulu kita terjajah oleh negara kincir angin dan negara samurai tapi, saat ini kita terjajah oleh orang-orang pribumi. Sehingga penjajahan yang dilakukan lebih sulit diberantas karena, orang-orang pribumi borjuis bekerjasama dengan orang asing demi kepentingan golongan belaka. Dampaknya rakyat jelata melarat dan kelaparan.Kita sebagai generasi muda harus meluruskan generasi tua yang mengacau yang harus mati dilapangan banteng dan menasehati atau bahkan memberantas generasi muda yang menjual idealismenya demi kepentingan perut atau bahkan yang lainnya. Hal ini bukan idealis tapi hanya mencari sebuah gerakan pembaharuan dikalangan intelektual muda.&lt;/div&gt;* &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Penulis adalah bocah pesantren debu Salafiyah-Syafi'iyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-6332049848104591187?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/6332049848104591187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/6332049848104591187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2009/02/mencari-gerakan-pembaharuan.html' title='Mencari Gerakan Pembaharuan*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-1451170020247806810</id><published>2008-12-28T20:40:00.001-08:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Wakil Rakyat :(Berbaju Rakyat, Bukan Berbaju  Parpol)*</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Gendrang pemilihan umum (PEMILU) tahun 2009 akan ditabuh, bertanda pesta demokrasi di tanah air akan dilaksanakan kembali dan sekaligus tampuk kepemimpinan bangsa yang dikendalikan oleh presiden akan berakhir. Tampak foto para calon wakil rakyat dengan Bendera parpolnya terpampang besar disetiap desa maupun kota. Selain itu, di setiap rumah pun kita bisa melihat foto mereka (para calon wakil rakyat) yang tertempel di dinding. Bisa dikatakan segala cara apapun yang mampu menarik perhatian massa akan dilakukan. Baik itu dengan mengibarkan bendera parpol maupun melalui media televisi dan elektronik. Miliaran biaya dikeluarkan oleh mereka ( para calon wakil rakyat). Tak ubahnya binatang yang cari mangsa, dalam artian kalau ada maunya atau kepentingan pribadi baru turun kebawah (TURBA).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Hamburan rezeki (uang) dengan sendirinya datang tanpa dicari bak hujan datang tanpa diundang oleh kita. Masyarakat atau rakyat sebagai orang yang mempunyai hak memilih seakan-akan seorang raja (king) yang dihormati oleh mereka. Bahkan ada beberapa orang politisi berorasi dengan mengatakan suara rakyat adalah suara Tuhan &lt;i&gt;( Vox Populie Vox Die)&lt;/i&gt;. Tak satupun calon wakil rakyat berorasi dengan membawa visi golongan tertentu atau pribadi sendiri. Kebanyakan dari mereka bervisi atas nama rakyat. &lt;i&gt;“Saya ingin memajukan rakyat Indonesia. Jika saya jadi dewan, saya akan memeberikan kesejahtraan terhadap rakyat dan saya tidak akan melakukan korupsi”&lt;/i&gt;. Begitulah salah satu ucapan para calon dewan ketika berorasi. Kita sebagai masyarakat yang memupunyai hak memilih harus sadar dan menyadari bahwa perkataan mereka hanya sebuah permainan kata-kata manusia saja bukan firman Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;    Bagaimana dengan realitas saat ini ketika mereka menjadi wakil rakyat?&lt;/i&gt; Tak satupun dari perkataan mereka menjadi visi bersama di senayan (gedung rakyat). Semuanya berbanding terbalik dengan kenyataan, mereka semua membawa visi atas nama golongan. Dalam hal ini, kita bisa menilai, tampak sebuah kebohongan atau kepalsuan yang dibungkus dengan permainan kata-kata yang menjanjikan. Ibarat kacang yang lupa akan bungkusanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Visi rakyat yang telah dikatakan oleh mereka (calon wakil rakyat) hanya sebuah idealisme yang membabi buta untuk dijadikan sebuah alat poltik atau manifestasi politik belaka demi memilih mereka untuk duduk di senayan (Gedung Rakyat). Dengan demikian, mereka bisa dikatakan seorang pencuri berdasi. Hal yang perlu diingat para pembaca, lebih mudah menangkap pencuri tak berdasi ditimbang pencuri berdasi ibaratnya pencuri berdasi lebih lincah dari pada tupai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;    Mereka (calon wakil rakyat) sadar tapi tidak menyadari bahwa mereka telah dipengaruhi oleh nafsu belaka. Sehingga ketika menjadi wakil rakyat, mereka membawa kepentingan golongan (parpol maupun pribadi). Dampaknya, banyak program yang mereka rencanakan hanyalah sebuah pemikiran kepentingan golongan. Sehingga banyak kebutuhan yang memihak rakyat menjadi terbengkalai. Penulis berharap, kepada para wakil rakyat untuk kembali kepada visi semula. Semuanya dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* &lt;i&gt;Penulis seorang bocah pesantren debu salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-1451170020247806810?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/1451170020247806810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/1451170020247806810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/12/wakil-rakyat-berbaju-rakyat-bukan.html' title='Wakil Rakyat :(Berbaju Rakyat, Bukan Berbaju  Parpol)*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-5800121546812780648</id><published>2008-12-28T20:36:00.000-08:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Selamat Menjadi Pengangguran Intelektual*</title><content type='html'>&lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; Ketika kita berada dalam suatu paguyuban atau perkumpulan tanpa terelakkan  kita dengan legowo atau dengan mudah mengatakan kata sosialis atau bahkan kapitalis kepada orang lain. Entah apakah kita paham terhadap apa yang telah kita katakan atau hanya sebuah wacana belaka (&lt;i&gt;jargon)&lt;/i&gt; yang hanya untuk mendapatkan kursi hangat (pekerjaan) bak berada disurga yang seakan-akan kita sudah berada di dunia ketiga yakni dunia kematian. Pikiran tersebut harus &lt;i&gt;distabilo&lt;/i&gt; merah sebagai pertanda pikiran kita berada pada kenisbian yang tiada batas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; Berbicara dunia khayal, tentunya kita harus juga paham terhadap batas-batas dunia khayal tersebut. Apakah hanya sekedar berakhyal tanpa memikirkan setiap masalah sehingga kita ikut larut ke dunia itu tanpa ada suatu tindakan yang pasti. Kalau memang demikian, maka kita akan berada dalam kenisbian yang tanpa batas lagi. Refleksi kembali terhadap para intelektual dan ilmuan yang sudah melalu lintang dunia. Apakah mereka hanya terlarut pada pikiran dunia khayal saja. Dengan tegas penulis jawab mereka semua berada dalam lingkup usaha yang terus-menerus &lt;i&gt;(continous&lt;/i&gt;) dilakukan. Setiap detik mereka, digunakan untuk berpikir terhadap masalah ilmu pengetahuan yang sangat komplek. Walaupun dalam buku yang berjudul kembar budaya karangan Putu Suasta disinyalir bahwa seorang intelektual selalu sendiri, berkontemplasi dan menegakkan kaum kecil. Tapi, perlu diketahui bahwa pernyataan tersebut jangan diambil &lt;i&gt;mentah-mentah&lt;/i&gt; saja tanpa dipikirkan lebih mendalam.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; Uraian diatas merupakan sebuah gambaran yang harus dipelajari oleh setiap para sarjana, bahwa dunia yang bearda didalam kampus tidak semuanya sama dengan dunia masyarakat dengan kata lain ”&lt;i&gt;dunia maya tidak akan sama dengan dunia nyata”&lt;/i&gt;. Hal itu  dikarenkan adanya beberapa fenomena sosial yang terjadi berada diluar jangkuan akal pikiran manusia. Untuk itu, janganlah terlalu berpikir positivistik dalam artian semua yang terjadi didunia ini dapat dihitung secara matematis. Begitu pula terhadap para sarjana, janganlah bangga terhadap ijasah kalian yang dapat dijadikan alat untuk mencari pekerjaan. Karena semua itu tidak akan sama dengan apa yang kamu bayangkan dengan kenyataan sosial sebenarnya. Apabila kalian tidak siap dengan dunia nyata, bersiaplah anda sekalian menjadi pengangguran baru. Dengan kata lain, menjadi pengangguran intelektual.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="sv-SE"&gt; * &lt;i&gt;Penulis seorang bocah pesantren debu salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-5800121546812780648?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5800121546812780648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5800121546812780648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/12/selamat-menjadi-pengangguran.html' title='Selamat Menjadi Pengangguran Intelektual*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-4006236557952544106</id><published>2008-12-19T05:44:00.000-08:00</published><updated>2009-08-08T20:01:20.292-07:00</updated><title type='text'>Jangan Jadikan Berita Menjadi Derita *</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Informasi merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting bagi setiap orang. Bisa dikatakan sesuatu yang bersifat primer. Tak ubahnya manusia jika tidak makan nasi akan kelaparan. Begitu pula dengan informasi, jika manusia tanpa tahu informasi atau acuh tak acuh dengan informasi maka, manusia itu bagaikan gurun dipadang pasir tanpa oaese yang dampaknya tidak ada yang memberikan sumber kehidupan. Informasi kalau dalam kamus besar bahsa indonesia (KBBI) maknanya adalah “berita”. Jika kita teliti bersama kata berita merupakan kata yang bersifat general.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Berbicara berita, tentunya tidak akan terlepas dari perangkat-perangkat (media) yang digunakan untuk menyampaikan berita. Seperti majalah,koran dan sesuatu apapun yang bisa memberikan informasi. Dalam klasifikasinya, media yang digunkaan untuk menyamnpaikan berita kepada khalayak ramai (publik) ada yang bersifat media cetak dan elektronik. Maupun media yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Tapi, yang lebih penting bagi kita adalah mengetahui sebuah informasi (berita) yang kita dapatkan sesuai dengan kenyataan (real) bukan hanya sebuah kebohongan belaka yang sifatnya subyektifitas. Mengenai hal tersebut, kita harus paham paham terhadap sebuah organisasi media tersebut atau paling tidak kita tahu penulisnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dalam sebuah buku analisis farming, dijelaskan bahwa ada beberpa hal yang harus kita ketahui mengenai kebenaran sebuah tulisan dalam artian tidak bersifat subyektif atau memihak. Pertama, kita mengetahui terhadap berita yang kita dapat (medianya) berada dibawah naungan siapa sederhananya kita mengetahui yang punya media tersebut. Ambil contoh salah satu media cetak yang ada di Indonesia “Duta Masyarakat”. Kalau kita teliti dari segi organisasi koran ini. Ternyata berada di bawah naungan salah satu ormas islam terbesar di indonesia (sebut saja  NU). Tentunya berita yang ditulis dalam media tersebut memihak terhadap organisasi NU, baiuk yang bersifat “culture maupun struktur”. Seandainya kita mengirim berita yang tidak sepaham dengan “culture atau motto mereka” kemungkinan besar tulisan kita tidak akan dimuat dimedia tersebut. Kendatipun tejadi dikarenakan, media tersebut mempunyai sebuah visi yang mungkin akan mengembangkan (memperluas sayap) organisasinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Cara kedua yang bisa kita lakukan adalah mengetahui terhadap penulis berita. Karena penulis dalam menuliskan berita (informasi) mempunyai tujuan atau maksud tertentu. Minimal kita mengetahui terhadap profil penulis berita (informasi). Dengan mengetahui profil penulis maka, kita akan memahami isi berita yang disampaikan bersifat netral atau subyektif. Hal ini kita lakukan dengan cara membandingkan isi berita dengan profil penulis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Seandainya kita tidak tahu dengan profil penulis. Kita bisa menganalisis dari segi gambar yang ditampilkan. Cara ini kebanyakan digunakan dalam media cetak seperti majalah, koran dan yang lainnya. Mungkin kita pernah melihat sebuah gambar dalam sebuah media ada yang spacenya kecil dan adapula yang besar. Perbedaan space tersebut, dikarenakan ada keberpihakan media terhadap golongan tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Inti dari ketiga cara tersebut adalah kita harus berhati-hati dalam menerima informasi atau berita. Dengan kata lain kita harus bersifat selektif. Karena informasi (berita) selain dapat mengembangkan dunia dapat juga menghancurkan dunia. Ibaratnya pisau bermata dua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman, serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* Penulis seorang bocah pesantren yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini di muat di koran Harian Surya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-4006236557952544106?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/4006236557952544106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/4006236557952544106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/12/jangan-jadikan-berita-menjadi-derita.html' title='Jangan Jadikan Berita Menjadi Derita *'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-4068289187426272760</id><published>2008-11-12T05:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T05:39:41.477-08:00</updated><title type='text'>Sejenak , , ,Bekontemplasi*</title><content type='html'>&lt;p  style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; font-family: times new roman;font-family:lucida grande;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suatu hari hidup seorang pemuda sebatang kara dengan wajah yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;sumeringah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; penuh harapan dan asa. Dia dilahirkan disebuah pulau yang mungkin orang mancanegara mengatakan itu adalah sebuah negara baru, tapi tidak. Dia adalah orang yang mempunyai negara yang berdarah merah dan bertulang putih. tepat pada tanggal kelahirannya semua orang yang ada di negaranya selalu memperingatinya. Bukan berarti dia adalah putra seorang saudagar kaya atau bahkan putra seorang birokrat yang disegani di negeri sendiri, tapi dia hanya seorang bocah mungil putra dari seorang pedagang kaki lima yang kebetulan tanggal lahirnya bertepatan dengan hari besar di negeri sendiri yaitu Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: times new roman;" align="justify"&gt;              Dia mempunyai sebuah harapan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang tua, keluarga, sahabat dan juga bagi bangsa. Dia sering bertanya terhadap dirinya sendiri  “ Apakah saya bisa mewujudkan mimpi-mimpi saya?”, tapi pertanyaan itu dianggap hanya sebuah ilusi yang nisbi. Karena Dia teringat dengan kata-kata yang terdapat dalam buku tetratologi laskar pelangi karangan Andrea Hirata, bahwa mimpi adalah awal dari semuanya, tanpa mimpi dan semangat yang tinggi orang seperti kita akan mati.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: times new roman;" align="justify"&gt;             Masalah pacar pemuda tesebut mengalah bukan berarti kalah tapi dia masih belum paham dengan cinta yang haqiqi. Ketika dia ingin berpacaran dia selalu bertanya pada dirinya sendiri, “ Apakah keinginan saya untuk berpacaran dikarenakan saya benar-benar mencintai atau hanya sebuah nafsu belaka...?”. Pertanyaan tersebut sampai saat ini masih belum bisa terjawab oleh dirinya. Pemuda tersebut hanya pasrah saja pada sang Pencipta yang penting baginya sudah melakukan usaha. Sampai saat ini pemuda tersebut sering dibilang orang yang idealis dan sufi oleh teman-temannya, tapi pemuda tersebut tidak merasa idealis dan sufi. Bahkan pemuda tersebut merasa orang yang bodoh dan berlumur dosa. Bukan berati pemuda tersebut rendah hati atau bahkan rendah diri, tapi memang sesuai dengan kenyataannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-family: times new roman;" align="justify"&gt;         Saat ini pemuda tersebut sedang bernafas di sebuah kota yang berhawa dingin dan penuh dengan keindahan para pencari ilmu yaitu kota Malang Raya. Pemuda tersebut ingin membuktikan mimpinya untuk mengarungi samudera pengetahuan di luar negeri. Bukan berarti pemuda tersebut gengsi untuk belajar di negeri sendiri, melainkan pemuda tersebut ingin membuktikan kepada dunia bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan manusia dalam menggapai cita-cita. Semua orang mempunyai asa untuk meraih mimpi-mimpinya. Entah kapan mimpi tersebut akan menjadi nyata. Pemuda tersebut hanya bisa berusaha dan yakin sesungguhnya Tuhan memberikan rizqi dari langit dan bumi.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; font-style: italic;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Vinque;"&gt;* Penulis adalah seorang Bocah Pesantren Debu Sal-Sy’af yang masih belum mengenal nama sendiri,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-4068289187426272760?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/4068289187426272760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/4068289187426272760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/11/sejenak-bekontemplasi.html' title='Sejenak , , ,Bekontemplasi*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-8724232382984837988</id><published>2008-10-25T07:45:00.000-07:00</published><updated>2008-11-12T05:44:37.924-08:00</updated><title type='text'>Sosial Ekonomi Tukang Becak dI Daerah Pasar Dinoyo Kabupaten Malang *</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SRrdfWGxH-I/AAAAAAAAABc/cbSQkC1W8HA/s1600-h/dit.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 130px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SRrdfWGxH-I/AAAAAAAAABc/cbSQkC1W8HA/s320/dit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267766244742864866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1.1 Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kebudayaan merupakan proses yang dipelajari oleh manusia yang dilakukan baik dengan cara perubahan bertahap yang dibangun dengan keinginan manusianya sendiri(teori evolusi), penyebaran dari satu titik pusat ketitik pusat yang lain(teori evolusi),struktur sosial atau bahkan dengan menggunakan teori konflik yang semua tercatat dalam paradigma positivisme antropologi. Selain itu,kebudayaan merupakan bersifat terbagi atau milik bersama,adaptif,dinamis dan terintegrasi(Ihromi,13:1996).Maksud dari sifat itu,kebudayaan merupakan persatuan dari beberapa unsur. Menurut konjoroningrat ada tujuh unsur kebudayaan yaitu unsur bahasa,sistem pengetahuan,organisasi sosial,sistem peralatan hidup serta teknologinya,sistem mata pencaharian hidup,sistem religi dan kesenian(Konjoroningrat,202-204:1990).Sehingga jika suatu kebudayaan mempunyai karesteristik dan beberapa unsur seperti itu,maka akan timbul mentalitas dari kebudayaan itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ada satu hal yang kekal yaitu perubahan. Begitu juga dalam kebudayaan, perubahan merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dielakkan. Menurut kajian antropologi kebudayaan, ada tiga konsep yang dapat merubah kebudayaan yakni sistem ide,sistem sosial dan arteefak(pokok2 kebudyaan). Jika salah satu dari tiga itu berubah maka konsep yang lainnya ikut berubah secara otomatis. Seperti cara berpakaian aturan yang berada di lingkungan akademisi maka akan berbeda dengan cara berpakaian dan aturan yang berada di lingkungannya tukang buruh di karenakan konsep ide dan sistem sosialnya yang berubah sehingga artefaknya juga berubah dengan sendiri.Hal ini menunjukkan ketiga konsep itu saling berhubungan satu sama lain. Selain itu faktor yang dapat merubah kebudayaan disebabkan karena manusianya sendiri atau sering disebut oleh ahli antropolog sebagai teori evolusi.Seperti perubahan cara berpakaian manusa prasejarah menuju zaman medernisasi.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian itu, ada kejadian yang unik. Kejadian tersebut terjadi di daerah Joyoharjo kecamatan Dinoyo kabupaten Malang. Banyak becak yang berada didaerah tersebut. Hal ini merupakan sesuatu yang aneh dan unik. Dikatakan demikan,karena penulis beranggapan daerah kota merupakan tempat yang sangat krusial untuk merubah suatu kebudayaan. Karena manuisa yang hidup didaerah kota banyak yang malu akan kebudayaannya sendiri terutama mayarakat urbanisasi.Selain itu, dikarenakan kebutuhan manusia yang sangat banyak sehingga membutuhkan alat transportasi yang cepat. Kejadian ini membuat pikiran penulis sekeptis terhadap konsep perubahan kebudayaan secara global. Tidak dapat dielakkan,siapapun yang melihat kejadian tersebut, tidak menutup kemungkinan mereka yang melihat akan bertanya. Mengapa kebudayaan becak masih banyak berada didaerah Dinoyo kabupaten Malang. Apakah konsep kebudayan secara global yang telah dipaparkan, tidak bisa dibuktikan kebenarannya atau ada sesuatu hal yang masih belum diketahui.Hal ini yang memberikan motivasi kepada penulis utuk meneliti kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.2 Becak dan Sejarahnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) becak adalah kendaraan umum seperti sepeda,beroda tiga, roda satu di belakang dan dua didepan dijalankan dengan tenaga manusia(Salim Peter, :1995).Becak juga rupanya telah berputar lumayan jauh. Becak didatangkan ke Jakarta dari Singapura dan Hongkong pada 1930-an. Sebelum Perang II tercatat hanya ada 100 becak di kota Jakarta. Pada pertengahan hingga akhir tahun 1950-an ada kira-kira 25.000 hingga 30.000 becak di kota. Pada awal tahun 1970 jumlah becak di kota meningkat lima kali lipat (100.000 hingga 150.000) sehingga jumlah tukang becak membengkak sepuluh kali lipat (250.000 hingga 350.000).Jumlah becak menurun menjadi hanya 55.000 pada tahun 1980.Masuknya bemo pada tahun 1960-an dan helicak pada tahun 1970-an menjadikan tukang becak mengalami kesulitan (Lea Jellinek,20:2003).&lt;br /&gt;Demikian pula,penyebab terjadinya kesulitan tukang becak dalam mencari becak dipandang sebagai sesuatu yang memalukan dan kuno. Becak dianggap sebagai gambaran keterbelakangan Indonesia. Roda becak hanya berputar dengan kecepatan 15km per-jam, sedangkan kendaraan bermotor bergerak dua atau tiga kali kecepatan itu. Banyak tukang becak tidak memahami peraturan lalu lintas sehingga kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.&lt;br /&gt;Pada tahun 1970-1972 pemerintah kota mengeluarkan sejumlah peraturan yang bertujuan membatasi operasi becak di kota.Pada tahun 1980 pemerintah mendatangkan 10.000 minica (bajaj,helicak,minicar) untuk menggantikan 150.000 becak. Pemerintah ketika itu memprogramkan para tukang becak beralih profesi menjadi pengemudi kendaraan bermotor itu. Ketika Suprapto menjadi gubernur kota jakarta, Beliau mengeluarkan keputusan bahwa becak akan dihapuskan dari kota pada tahun 1985. Program penghapusan itu tidak hanya di Jakarta Pusat tetapi di semua wilayah kota. Becak benar-benar punah dari ibukota pada tahun 1990-1991. Tapi, di daerah Jakarta Utara, terutama di Kecamatan Tanjung Priok, becak bermunculan kembali pada tahun 1994-1995(Linda,1:2003)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.3 Paparan Informasi dari Wawancara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil wawancara secara langsung dari peneliti,ternyata sebagian besar yang menjadi tukang becak merupakan orang yang tidak mampu atau berada dibawah garis kemiskinan.Selain itu,para tukang becak merupakan orang yang hanya mengeyam sekolah sampai tingkat dasar bahkan ada yang tidak pernah mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah.Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara peneliti dengan Bapak (Sungkono, 18:11: 2007).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Saya menjadi tukang becak.Ya…dikarenakan sudah begini. Sebelum menjadi tukang becak saya menjadi kuli bangunan,trus cari rombengan trus menjadi tukang becak.Selain itu juga,untuk memenuhi kebutuhan keluarga tentunya kan saya harus bekerja, sementara pada zaman sekarang mencari kerja kan sulit kita harus punya izajah sementara saya hanya lulusan SD.Sehingga apa boleh buat saya menerima kenyataan untuk menjadi tukang becak aja”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sementara juga ada beberapa orang yang menjadi tukang becak dikarenakan hidup menjadi tukang becak tenang tidak disuruh-suruh seperti bekerja menjadi kuli bangunan yang selalu diperintah oleh atasan.Hal ini juga berdasarkan wawancara peneliti kepada Bapak (Pi’i,18:11:2007)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Saya menjadi tukang becak kurang lebih sudah tujuh tahun,kira-kira pada waktu bergulirnya reformasi. Saya menjadi tukang becak dikarenakan saya pengin ketenangan atau kebebasan tanpa diperintah seperti menjadi kuli bangunan.Saya pernah menjadi kuli bangunan tapi,dikarenakan saya tidak senang dengan keterikatan sehingga saya beralih pekerjaan menjadi tukang becak”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Peneliti juga menemukan data bahwa becak merupakaan sarana yang paling menyenangkan dalam mengantar barang.Hal ini juga berdasarkan wawancara peneliti dengan Bapak(Sungkono,18:11:2007)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bahwa menggunakan becak itu enak tidak memberatkan kepada penumpang.Karena kalau para penumpang yang membawa barang dari pasar itu sangat banyak. Sehingga kalau naik angkot hanya diantarkan sampai jalan raya.Sebaliknya kalau naik becak bisa diantarkan sampai tujuan. Itupun, kalau sudah sampai dibantu mengangkat lagi sampai rumahnya”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Masalah penghasilan yang didapatkan kebanyakan hanya berkisar Rp.20.000 sampai Rp.30000.Kendatipun diperkuat dengan wawancara dengan Bapak (Udin 18:11:2007) yang menyatakan bahwa&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;“Pengasilan yang saya dapat hanya 20000 sampai 30000 tapi kadang-kadang seharian bisa tidak dapat. Karena penumpang becak saat ini semakin sedikit dan mungkin yang ramai pengguna becak ketika acara semacam paguyuban partai politik.Pernah kira-kira tahun 2003 diadakan acara paguyuban becak didaerah dinoyo. Dari cara ini,para tukang becak lumayan banyak mendapatkan penghasilan”.&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam pencarian penumpang,para tukang becak ada yang berpindah-pindah (nomaden) dan ada pula yang menetap.Hal ini berdasarkan hasil penelitian penulis dengan Bapak (Wakidi,18.11:2007).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Kalo masalah pencarian penumpang itu, ya… bergantung orangnya. Kalau saya cari penumpang didaerah sumbersari dan dinoyo tapi ada juga teman-teman yang lain cari penumpang hanya dipasar dinoyo aja.Dan masalah pencarian penumpang,para tukang becak tidak memaksa kalo dia mau naik ya silahkan kalau tidak ya saya tidak memaksa”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ternyata para tukang becak juga terkena pajak tapi, dalam menyangkal becak tukang becak diberikan kesempatan dalam menggunakan.Berikut kutipan hasil wawancara dengan tukang parkir dan sekaligus tukang becak(18:11:2007).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masalah penggunaan jalan itu,becak diberikan wewenang asal saja para tukang becak tidak pernah menggangu aturan lalu lintas,masalah polisi yang jelas di daerah Dinoyo tidak pernah melakukan semena-mena terhadap para tukang becak.Becak dulu terkena pajak tapi mulai tahun 1998 becak tidak lagi terkena pajak. Disebabkan becak alat yang digunakan hanya oleh orang-orang miskin”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.4 Paparan Informasi dari Pengamatan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Pengaturan becak juga terjadi ketika dalam pencarian penumpang.Berikut ini petikan catatan lapangan yang menggambarkan suasana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Beberapa becak berderet rapi sambil menunggu para penumpang. Sementara para tukang becaka ada yang duduk di atas becak dan ada juga yang tertidur. Selain itu,tampak tukang becak sedang mendayung becaknya dengan barang bawaan yang sangat banyak”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dengan demikian, terdapat norma yang ketat dalam pencarian penumpang. Begitu juga terdapat sifat tekun,sabar dan berlaku adil dalam dalam mengahadapi sebuah kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.5 Latar Belakang Menjadi Tukang Becak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ternyata yang melatar belakangi berprofesi menjadi tukang becak dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan ada pula yang menyatakan bahwa hanya untuk bisa lebih bebas. Dalam artian tidak ada yang menyuruh atau memerintah. Seperti menjadi kuli bangunan yang saban hari harus mengikuti perintah dari atasan. Secara global memang faktor utama adalah masalah ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan.Hal tersebut bisa dibuktikan dengan adanya sebagian besar para tukang becak tidak punya becak sendiri.Sehingga para tukang becak menyewa becak dengan harga Rp.2000 per-hari.&lt;br /&gt;Selain itu, bekerja sebagai tukang becak di daerah Dinoyo tidak butuh modal yang sangat besar dan berpendidikan yang tinggi.Cukup dengan bermodalkan tenaga otot sebagai alat penggeraknya kita sudah bisa bekerja. Penghasilan yang didapat juga hanya sekedar untuk makan sehari. Berdasarkan pembahasan tersebut,ternyata konsep kebudayaan secara global tidak dapat merubah sebuah kebudayaan lama secara drastis tapi hanya bersifat evolusi.Hal ini bisa dibuktikan pada becak yang sampai saat ini tetap dibutuhkan oleh para penumpang yang membawa barang pasaran dan membawa bakol ke kota. Dikarenakan jika menggunakan becak,barang tidak diturunkan dijalan akan tetapi juga dibawa sampai ke tempat tujuan.Berbeda halnya dengan angkot yang mengantarkan hanya sampai jalan raya saja.&lt;br /&gt;Dengan demikain tidak semua kebudayaan lama dapat dirubah dengan begitu cepat.Karena kebudayaan lama merupakan hasil proses yang dipelajari yang selanjutnya menjadi mentalitas yang sulit dihindari.Selain itu,karesteristik kebudayan yang diungkapkan oleh ihromi bisa dikatakan sesuai dengan kejadian&lt;br /&gt;yang terjadi pada tukang becak di daerah pasar Dinoyo yakni kebudayaan bersifat dinamis,adaptif,dipelajari,milik bersama dan intregatif (Ihromi,13:1996)&lt;br /&gt;Faktor-Faktor yang Dihadapi Ketika Menjadi Tukang Becak&lt;br /&gt;Ketika menjadi tukang becak tentunya bukanlah hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan tetapi, ada tantangan yang harus dihadapi. Ada beberapa faktor yang harus dihadapi.Seperti kejadian yang terjadi pada tahun 1998. banyak diantara orang-orang yang dengan sengaja mengemposi roda ban.Tapi pasca tahun 1998 kejadian tersebut sudah agak jarang dijumpai dikarenakan para tukang becak sudah semakin sedikit. Banyak diantara para tukang becak beralih profesi dikarenakan banyak para penumpang menggunakan angkot sebagai sarana perjalanan yang lebih cepat untuk sampai tujuan.&lt;br /&gt;Dengan demikan,perubahan kebudayaan tidak semuanya berdampak positif tapi tentunya ada dampak negatif yang hal itu tidak dapat dielakkan oleh setiap penggerak suatu kebudayaan yaitu manusia.&lt;br /&gt;Dalam mengahadapi faktor-faktor tersebut,tentunya para tukang becak mempunyai metode tersendiri.Berdasarkan hasil temuan peneliti, ternyata para tukang becak hanya bersabar dan selalu tekun dalam bekerja. Ada satu hal yang mereka pegang sebagai prinsip yaitu tidak pernah berputus asa dalam menghadapi kehidupan.&lt;br /&gt;* Penulis adalah Bocah Pesantren Debu Salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Daftar Pustaka&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Alwi,Hasan.2001.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:PT Balai Pustaka.&lt;br /&gt;Ihromi,1996.Pokok-Pokok Antropologi Budaya.Jakata:Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;Jellinek,Lea.2003. Seperti Roda Berputar.Jakarta: PT Balai Pustaka&lt;br /&gt;Konjoroningrat,1990.Pengantar Antropologi Jakarta:PT rineka Cipta.&lt;br /&gt;Linda,2003.Sejarah Becak.(Online) &lt;a href="http://www/"&gt;http://www/&lt;/a&gt;. Sejarah becak.google.com).&lt;br /&gt;Mahjunir,1965.Pokok-Pokok Antropologi dan Kebudayaan. Jakarta. Bharata.&lt;br /&gt;Salim,Peter.1995.Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer.Jakarta: English press&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-8724232382984837988?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/8724232382984837988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/8724232382984837988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/10/sosial-ekonomi-tukang-becak-di-daerah.html' title='Sosial Ekonomi Tukang Becak dI Daerah Pasar Dinoyo Kabupaten Malang *'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SRrdfWGxH-I/AAAAAAAAABc/cbSQkC1W8HA/s72-c/dit.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-2847887512734869028</id><published>2008-10-24T04:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Sarjana…(Dari Pengakuan Menuju Eksistensi) *</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SRrfbjhizzI/AAAAAAAAABs/JuM2FJw8uSs/s1600-h/sarjana.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 111px; height: 111px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SRrfbjhizzI/AAAAAAAAABs/JuM2FJw8uSs/s320/sarjana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267768378648612658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu cacatan kecil yang tertuils di lubuk hati mahasiswa adalah bagaimana mereka mampu menyelesaikan kuliah dan kemudian mengikuti acara sebuah wisuda.Sebagian mahasiswa yang mampu mempertahankan sekripsinya di depan dosen dan dinyatakan lulus, akan mendapatkan gelar yang dinanti-nantikan oleh mereka.Tapi, perlu kalian catat, bahwa gelar bukan ekistensi dari mahasiswa karena gelar hanya sebuah pengakuan semata.&lt;br /&gt;Ingat, janganlah kamu sekalian bangga terhadap gelarmu, karena gelar merupakan pemberian yang harus di pertanggung jawabkan.Satu hal yang harus kalian pikirkan, “akan dibawa kemana gelarmu dan ijazahmu………?”.&lt;br /&gt;Akhir kata dari kami, janganlah kalian berhenti mencari ilmu dikarenakan kalian telah menyelesaikan kuliah. Thomas Alva Edison mengatakan kesuksesan 99% adalah usaha dan 1% adalah bakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;* Penulis adalah Bocah Debu Pesantren salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-2847887512734869028?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/2847887512734869028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/2847887512734869028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/10/sarjanadari-pengakuan-menuju-eksistensi.html' title='Sarjana…(Dari Pengakuan Menuju Eksistensi) *'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SRrfbjhizzI/AAAAAAAAABs/JuM2FJw8uSs/s72-c/sarjana.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-5722260145834020837</id><published>2008-09-04T01:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T01:36:24.762-07:00</updated><title type='text'>POLITIKKAN ISLAM ATAU ISLAMKAN POLITIK*</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kondisi sosial yang terjadi di Republik Indonesia merupakan sesuatu yang fenomenal bagi para ilmuan.Hal tersebut bisa dibuktikan dari aspek ekonomi, yang sampai saat ini bangsa Indonesia masih berada dibawah garis kemiskinan dari pada negara-negara yang lain. &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Selain itu dari segi politik Indonesia masih berada pada perpolitkan yang masih baru berkembang. Kendatipun diperkuat dari sejarah Indonesia yang suram. Misalnya proses perpindahan tampuk tahta keperesidenan dari masa rezim orde lama (ORLA) menuju orde baru (ORBA) sangat tidak jelas. Ketidakjelasan tersebut, dikarenakan surat perintah sebelas maret ( SUPERSEMAR) mempunyai banyak versi. Sehingga kejadian tersebut sampai saat ini hanya menjadi sebuah lukisan masa lalu yang tidak pernah diselidiki. Akibat dari fenomena tersebut muncullah sebuah gerakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;pro&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; orde lama (PDI P),gerakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;pro &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;orde baru (GOLKAR) dan gerakan kaum abangan (PPP). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;  Pasca rezim orde baru  (ORBA) tahun 1998 muncullah sebuah gerakan demokrasi yang dimotori oleh para cendikiawan Indonesia yang baru selesai melakukan sebuah studi.Sehingga sebagian besar para politisi, ilmuan dan pemikir ikut serta meramaikan dunia perpoltikan Indonesia. Keikutsertaan tersebut, dibuktikan dengan adanya partai-partai baru yang muncul dalam pemilihan umum (PEMILU) tahun 2004. Akibatnya, agama dijadikan &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;background &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;atau alat untuk mendapatkan pendukung dan kekuasaan. Seperti menjadikan &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;partai X &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;sebagai warisan dari para nabi bahkan ada yang mengatakan, kalau tidak mencoblos &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;partai X &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;maka tidak akan masuk surga.Melihat statemen tersebut, ada sebuah pertanyaan dihati penulis yaitu apakah kita harus membawa islam dalam politik atau bahasa lugasnya&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt; “kita harus mengislamkan politik atau politikkan islam”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; ? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Mengkaji politik dalam perspektif Islam, perlulah kita mengkaji terlebih dahulu asal-usul dan definisi politik. Kata politik berasal dari kata Yunani &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;polis&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; yang berarti kota. Pada era modern, istilah politik berarti segala aktivitas atau sikap yang bermaksud mengatur kehidupan masyarakat yang mana di dalamnya terdapat aturan-aturan serta unsur kekuasaan.Berpijak pada pengertian poltik tersebut, dapat dikatakan politik Islam dapat dimaknai sebagai aktivitas politik sebagian umat Islam yang menjadikan Islam sebagai acuan nilai dan basis solidaritas berkelompok sehinnga melahirkan siakap dan prilaku serta budaya politik yang berorientasi pada nilai-nilai islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;Secara historis&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; politik dalam Islam sudah dimulai pada masa sesudah  rasulullah, dimana terdapat percaturan politik pada tubuh Islam itu sendiri, yakni membahas tentang seorang khalifah pengganti Rasulullah s.a.w yang biasa disebut dengan persoalan &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;i&gt;imamah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;. Tidak mengherankan, jika dalam pentas perjalanan sejarah umat Islam pasca Rasulullah sampai diabad modern ini, umat Islam menampilkan berbagai sistem dan bentuk pemerinatahan. Mulai dari bentuk kekhalifaan yang demokratis sampai kebentuk monarki absolut.Al-Quran sebagai petunjuk sekaligus pedoman bagi umat manusia telah mengungkapkan tentang prinsip penggunaan kekuasaan politik yang dapat dipandang sebagai prinsip-prinsip dasar politik Islam. keempat prinsip tersebut adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.5in; margin-bottom: 0in;"&gt; &lt;span lang="pt-BR"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;&lt;b&gt;a. Prinsip Amanah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; Prinsip amanah haruslah di pegang teguh oleh para pelaku politik, sebab jika tidak&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; cita-cita politik Islam yang menghendaki terciptanya masyarakat adil dan sejahtera hanyalah tinggal angan-angan. Hal ini menyangkut dengan identitas agama Islam yang sangat menjunjung tinggi sifat amanah. Baik itu merupakan amanat Allah maupun amanat masyarakat. Prinsip ini &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;juga&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt; menghendaki agar pemerintah menjalankan tugasnya dengan memenuhi hak-hak yang telah diatur dalam h&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;u&lt;/span&gt;&lt;span lang="pt-BR"&gt;kum Allah. Selain itu Rasulullah sebagai suritauladan  yang dalam menjalankan segala aktivitasnya selalu dipenuhi amanah dan rasa tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;b. Prinsip Keadilan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Jurdil merupakan slogan yang sering dipakai oleh negara kita ketika pemilu presiden. Namun realitas sosial yang terjadi, semua jauh dari harapan. tolak ukurnya adalah keadilan yang diterapakn di dalam Negara kita tidak diapalikasikan secara baik. prinsip keadilan ini berarti bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk berlaku adil bagi sesama, sesuai denagan aturan-aturan yang  sesuai dengan perintah Allah. dengan begitu, bangsa tercinta ini tidak akan terlalu banyak berwarnna, dalam artian tidak seperti saat ini yang notebene terjdi krisis multidimensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;c. Prinsip Ketaatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Prinsip ketaatan mengandung makna wajibnya hukum-hukum yang terkandung dalam Al-quran dan sunnah ditaati. demikian pula dengan hukum perundang-undangan dan kebijakan pemerintah wajib ditaati.Ketika semua unsur yang berada dalam suatu negara mentaati semua aturan-aturan yang telah ditetapakan, besar kemungkinan negara tersebut tidak seperti negara Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;&lt;b&gt;d. Prinsip Musyawarah&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Musyawarah merupakan jalan yang demokratis.Jadi patutlah semua keputusan-keputusan yang di tetapakan melalui jalan musyawarah. namun, masalah masalah yang diperselisihakn dan pada musyawarah harus diselesaikan sesuai dengan ajaran-ajaran dan cara-cara yang terkandung dalam al-quran dan sunnah rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Perlu kita ketahui bahwa Islam mulai awal  ada  sudah mulai berpolitik tapi politik yang digunakan  masih berada dalam koridor-koridor Islam, bukan berarti Islam dijadikan background seperti yang dilakukan oleh beberapa politisi saat ini.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" lang="id-ID"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; Penulis adalah bocah pesantren debu salafiyah yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-5722260145834020837?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/5722260145834020837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=5722260145834020837&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5722260145834020837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5722260145834020837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/09/politikkan-islam-atau-islamkan-politik.html' title='POLITIKKAN ISLAM ATAU ISLAMKAN POLITIK*'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-91557601094014959.post-5825409266844271948</id><published>2008-09-03T08:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T06:12:03.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OPINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ARTIKEL'/><title type='text'>Alam Raya sebagai kampus,Kemanusian sebagai buku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Di era yang penuh dengan dunia teknologi dan informasi tentunya ada sebuah strategi atau konsep baru yang harus dilakukan manusia dalam menjalani hidup agar mampu menorehkan sejarah yang akan selalu di ingat sepanjang masa. Strategi atau konsep tersebut tentunya tidak hanya menguntungkan golongan tetapi strategi atau konsep tersebut mampu mengakomodir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kepentingan bersama yaitu bangsa. Hal tersebut dapat dicapai apabila kita mampu membaca kondisi sosial dan alam yang terjadi pada saat ini. Dalam pandangan islam hal ini disinyalir oleh wahyu yang pertama kali turun terhadap nabi Muhammad SAW yaitu iqra (bacalah). Konsep ini bukan berarti kita hanya membaca apa yang ada dalam buku atau yang berbentuk teks saja tanpa adanya interpretasi yang mendalam.Dengan kata lain, kita tidak hanya memahami makna yang tersurat tetapi juga kita bisa memahami makna yang tersurat. Sehingga kita bisa memahami ayat tersebut bukan hanya sekedar membaca buku tetapi juga mampu membaca terhadap kodisi sosial dan alam yang terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kita sebagai mahasiswa yang merupakan manusia sekaligus agen of change (agen perubahan) harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peka terhadap perubahan sosial yang terjadi disebelah penjuru dunia dan juga mampu mengembalikan ruh mahasiswa. Kita sebagai mahasiswa harus belajar terhadap gerakan-gerakan mahasiswa pada masa orde lama dan orde baru yang notabene pada waktu itu fasilitas untuk belajar sangat tidak memadai tetapi semangat mahasiswa pada waktu itu untuk melakukan perubahan terhadap bangsa sangat dikagumi oleh setiap mayarakat. Sehingga banyak diantara mereka yang mampu menorehkan sejarah yang sampai saat ini nama mereka dikenang. Seperti, salah satunya Mahasiswa angkatan 98 yang mampu menumbangkan rezim orde lama. Keberhasilan mereka dalam meruntuhkan rezim orde baru bukan dikarenakan mereka adalah seorang mahasiswa yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu sibuk dengan pesan di Handphone atau sibuk dengan tugas dosen tetapi mereka adalah seorang mahasiswa yang peka terhadap kondisi sosial dan alam yang terjadi &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Penulis mengajak kepada para pembaca untuk sadar serta menyadari bahwa kita sebagai mahasiswa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus mampu mengembalikan ruh mahasiswa yang sebenarnya. Dengan menjadikan alam raya sebagai kampus,kemanusian dijadikan buku dan manusia (mahasiswa) dijadikan aktor. Jika konsep tersebut dijadikan pegangan hidup maka, kehidupan yang kita jalani hanya mencari suatu kebenaran yang menjadi ketenangan batin. Sehingga apa yang kita lakukan tidak hanya untuk diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;*&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Penulis adalah seorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bocah pesantren debu salafiyah-syafi’iyah &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang masih terlalu bodoh mengenal nama sendiri.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/91557601094014959-5825409266844271948?l=didit-angin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://didit-angin.blogspot.com/feeds/5825409266844271948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=91557601094014959&amp;postID=5825409266844271948&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5825409266844271948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/91557601094014959/posts/default/5825409266844271948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://didit-angin.blogspot.com/2008/09/alam-raya-sebagai-kampusqkemanusian.html' title='Alam Raya sebagai kampus,Kemanusian sebagai buku'/><author><name>Boc@h Pes@ntren Debu S@l@fiy@h</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01494510072656549156</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='20' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_8DJd471kt4E/SVnZJJwfj3I/AAAAAAAAACc/m_Tikvvtvu8/S220/dikau+2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
